Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Suatu Moment Mingguku

Pagi tlah membuka matanya ketika sang mentari terbit di hari minggu. Gw msh t'baring dgn kaki brada dibantal, kepala menghadap ke belakang dan tangan gw... entahlah knp ada di dlm kantong celana

kenalin nama gue andik, pelajar dr sekolah di SMAN di Tangerang. Gue kelas 11B, cowok baik, tidak sombong, sederhana, dan rajin ngutang. Niatnya hari ini gw hrs tampak keren kerna gue ada janji ngedate sama cewek gebetan gue. Sebenernya gw paling males kalo bangun pagi2 pas hari minggu, ngga ngehits juga buat disia-siain. Bagi gue hari minggu adlh hari dimana gue bisa tidur dengan tenang,, seharian full. Paling banter gue bangun cuma biar ngga kelewat nonton doraemon sama ultraman

Well, karna gw punya janji sm cewek bernama nita, temen sekelas gue, cantik, behelan, berjambul, up todate, smart dan berteknologi mutakhir
*MAKSUD GUE APA COBA??*
'tuk kali ini bolehlah gue tinggalin dulu bantal ma kasur "gue cuma pergi bentaran koq,,, ga lama, nanti juga balik lagi" gue ngomong sm boneka teddy bear

Waktu udah nunjukin jam 7, bunyi rington alamat palsu hape b'dering, itu sms dr nita,isinya 'dik, jd khn u anterin ue k Taman. Blz, GPL'. Gue bales 'yoyoi, u tggu ajh, ntr... ue lg pke celana dalem nch,,,'. Jiah.. gue ketauan sbenernya gue cuma nganterin dia doang ke taman *SEMACAM OJEKLAH* bukan'y ngedet #NGAREP
Do'i katanya sedang ada problem sm nyokapnya gara2 dilarang jajan es krim magnum. Trus, dia pengen menyendiri dan merenung, dan dia minta gw karna emang cuma gue cowok yg cocok buat do'i. Hmm... Karna gue punya utang ceban sich,, yg blum gw bayar

Jam 8 gw udh rapih kaya mau party, style justin bieber gw pake: rambut berponi, tuxedo b'dasi kupu2, sepasang sepatu boot, dan siap melayani tamu *GUE NGAPAIN LAGI COBA???*. Dengan motor matic pinjeman gw meluncur ke TKP ~rumah nita. Do'i udah nunggu di depan rumah, dia keluar dgn alesan sama nyokapnya mau ikut ekskul pencak silat d sekolah. Dia ngga nawarin gw mampir, kita langsung cabut. Tujuan kita ke taman, jarak yg ditempuh cuma melahap waktu 30 menit, berada di villa elit, tempat nongkrong anak muda

Dijalan kita ngga bnyk ngobrol, gw tahu nita lagi sedih. Do'i byk diem, pasti lagi mikirin sesuatu, gue... lagi mikirin doraemon.
"kita udah sampe nich.. nit" kata gw.
"elu,, bisa ngga nepi disitu" kata nita sambil nunjuk trotoar, ga jauh disitu ada danau kecil, lokasinya cukup rame tempat remaja ABABIL hang-out.

"dik, plis banget...elu bisa nunggu disini 'kan, gue mau menyendiri dulu yah,,, nih ada goceng buat beli gorengan sonoh" pinta nita.
"lo,, yakin ga mau gue temenin,, gue kawatir aja sama lo..." yg lebih gw khawatirin adlh ketika nita nekat bunuh diri dgn cara menyeburkan diri dan tenggelam ke danau.
"ngga usah,,, gue cuma butuh waktu 'tuk menyendiri aja koq..."
"yaudah.. gue tunggu disini"

sambil ngemil gorengan... gw cm perhatiin nita di atas motor, dia lagi GALAU rupanya. dia sedang menatap danau itu dgn pandangan kosong, sesekali dia terlihat ngotak-atik hapenya. gw mulai udah merasa curiga, 2 hari sebelumya gw denger klw nita ribut sama cowoknya Rudy, anak IPA kelas 11A. Menurut prediksi gw: mereka udah bubaran dan sekarang,, nita... lagi nge-delete semua SMS cinta dr rudy. *Gw... ini adalah peluang*

ga brapa lama hampir 1 setengah jam kemudian, nita mangil gw. Dia nyuruh duduk disampingnya, kayanya do'i mau ngajak curhat.
"dik, lo tau apa yang terjadi sama gue? Gue baru aja putus sama rudy!!" nita mulai curhat "selama ini gue salah, gue kira rudy orangnya baik, ternyata dia bisa nyakitin hati gue.. gue benci sama rudy, benci banget" Cukup prihatin,dalem hati gw pengen bilang klw gw turut berduka cita
"nit,, menurut gue, kalau pacaran itu bukan untuk disakiti, lo udah bener putus sama si kampret rudy, udahlah lupain aja,, semangat nit, lo harus kuat.. lo harus bisa move on!!" sotoy gw keluar

HENING,,,DAUN DAUN BERGUGURAN,,,ANAK KECIL BERLARI LARI,,,NITA MEMANDANG KEARAH LAIN,,,IBU RT ngeSHUFFLE DANCE

"makasih ya dik, elo udah support gue, udah ngehibur gue, lo baek banget mau direpotin gue..."
"iyalah.. masa sih lo baru nyadar kalo gue ini orangnya kampret banget baeknya hehe..."
gue cengengesan.
"emm... Nit, gue boleh nanya sesuatu??"
"boleh...Kayanya serius banget-banget, mau nanya apa sih..."
"lo... Elo bukan lesbi 'kan??"

*PLAKK*!?!?#*gue kena gampar* nita sedikit esmosi
"maksud lo apaan sih dik, nanya kaya gitu.. BT deh!!"
"sori... sori-mori biri-biri nit,,, maksud gue gini, gue cowok lo cewek dan kita udah lama kenal, dari kelas 10 kita udah bareng, masasih lo ga nyadar juga, kalo gue perhatian banget sama lo, gue itu... gue itu... SAYANG BANGET sama lo.."
didetik itu juga nita bingung mau jawab apa, gue bingung mau ngomong apa, tukang ketoprak bingung mau jualan apa

"gue pengen kita ga hanya temenan, tapi juga....." nita motong omongan gw
"elo pengen kita pacaran gitu...mimpi lo pacaran sama gue,,hehe..." ini nyelekit bener omongannya
"etapi,,, gue juga sayang sama lo koq, dik"
"lo...serius nit, lo mau 'kan jadi cewek gue??"
"iya deh,,,biar lo ga jomblo, hehe..."
"beeuuh..."
kelanjutannya gw dan nita jadian,,, nita dan gw jadian,,,akhirnya kita jadian

Gw lalu berpikir untuk merayakan moment yg bahagia ini, gue akan mentraktir tukang ketoprak makan ketoprak sepuasnya. Beda bgt dgn nita, gw disuruh berdiri dipingir danau, mau diphoto katanya... Ternyata dari belakang dia malah mendorong gw sampe nyebur ke danau,,, nita ngga tau kalo gue gak bisa berenang... Untung air danau lagi surut, kedalamanya cuma sampe dengkul unta. Nita ngakak ketawa, dia nyuruh gw berenang,,, gue nyuruh dia istighfar

Sehabis itu kita pulang, dan mengakhiri hari minggu yang menyenangkan. Speechless

Kamis, 15 September 2011

Cinta Di Kepergianmu

Keadaan Alam sedang tak bersahabat kala itu. Malam tanpa bintang cuaca kian gelap, hujan turun cukup deras. Angin kencang disertai gemuruh bersahut-sahutan. Nia rahmawati hanya duduk sendiri diruang tamu bersabar menunggu kekasihnya bernama yanto. Kebetulan malam itu adalah malam minggu, malam yang ditunggu-tunggu para kaum muda yang dimabuk asmara untuk bertemu (baca: kencan).

Nia adalah seorang gadis yang manis, sudah lulus sekolah tingkat atas namun tak melanjutkan ke perguruan tinggi. Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan ali dan suminah. Kakak perempuan yang pertama sudah menikah dan ikut suaminya, sedangkan kakak laki-lakinya bekerja diluar kota. Kekasihnya yanto, seorang karyawan swasta bekerja di suatu perusahaan.

Di dalam rumah nia hanya sendiri duduk tak tenang."mungkin dalam perjalanan" pikirnya. Perasaannya harap-harap cemas sambil sesekali melengok dijendela menanti sang kekasih. Ibunya yang sejak waktu isya berkumandang berada ditetangga sebelah membantu menyiapkan keperluan hajatan beserta tetangga yang lain. Sedangkan ayahnya sedang tidak ada dirumah.

Sekarang sudah jam 20:30 Hujan masih turun, dilihatnya telepon rumah tetap ia tak berdering. Mungkin jika tak datang yanto akan meneleponya. Berulang kali nia memandang jam dinding belum juga ada tanda-tanda kehadirannya. "kemana sich nih orang, tidak biasanya telat begini. Jangan-jangan karna hujan kali yah dia tidak jadi datang" gerutu nia sambil kesal.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. " nia.. ini aku" suaranya yang tak asing. Dengan sigap bergegas nia membukakan pintu, dihadapannya berdiri yanto sang pujaan hati. Dengan pakaiannya yang basah kuyup, dia berkata" maafkan aku nia, membuat kamu menunggu. tadi dijalan ada hambatan kecil, jadi sedikit terlambat". Nia menjawab" tidak apa-apa koq, yang penting kamu sudah datang". "nia..." Tiba-tiba yanto memeluk nia dan berkata "aku mencintai kamu... nia" wajah nia memerah. Walau agak kaget nia pun membalas ucapannya dan berkata "aku juga mencintai kamu".

Walau pelukan mesra, tapi nia merasa dingin saat menyentuh tubuh yanto.
"sudah...malu kalau dilihat tetangga" bisik nia. Nia menyuruh dia masuk ke dalam rumah 'tuk ganti pakaiannya. Dia sediakan handuk dan pakaian kering lalu menyuruh mengganti pakaiannya di kamar. Yanto mengambil handuk lalu menuju kekamar sedangkan nia menyuguhkan piring berisi roti bakar pemberian yanto.

Sepintas ada yang mengganjal dalam pikiran nia, biasanya yanto tiap kali datang dengan motor kesayangannya.
"ah..Mungkin sedang dibengkel" pikirnya. Waktu itu pikiran dan hatinya dipenuh oleh kebahagiaan, jadi tidak pedulikan hal sekecil itu.

Tak lama berselang, Tiba-tiba telepon rumah berbunyi ternyata dari sahabat nia bernama doni teman yanto juga, dia mengabarkan berita duka.

Doni: " halo..nia nia.. ini doni (gugup)".

Nia:"halo, iya..Don ada apa yah?"

Doni: "nia, kamu harus kuat mendengarnya yah, kamu sabar..nia!"

Nia:"iya..Memang ada apa don (penasaran)"

doni:"nia..Yanto, Yanto kecelakaan...Dan..Dan..Meninggal. sekarang jasadnya dibawa ke RS.Rawat Budi"

nia tak percaya:"kamu jangan bercanda doni, ini orangnya ada dirumah, dikamarku sedang mengganti pakaiannya yang basah"
doni:"aku tidak bercanda nia sungguh!! (berusaha meyakinkan). Tadi, sesaat sebelum kejadian kami bertemu dijalan, saat aku datang dia sedang membeli roti bakar. Kami sempat berbicara, Setelah dia kembali melaju sekitar 50 meter, diarah berlawanan sebuah mobil pick up melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian oleng dan..disaat itulah menabrak motor yang dikendarai yanto."

*hening*

(yang didalam rumah nia adalah roh kekasihnya)
Nia tertegun, shock dan hampir tidak percaya atas semua keterangan yang diberikan oleh doni. Tubuhnya gemetar pikirannya kacau, lalu nia terhenyak, matanya terbelalak ketika melihat piring dan bungkus makanan diatas meja yang harusnya tersedia roti bakar ternyata hilang. Dia merasa baru beberapa menit menaruh makanan itu lalu mengangkat telepon.

Masih dalam keraguan dia menoleh ke arah kamarnya yang ia yakini didalamnya dimasuki oleh yanto. Gagang telpon ia lepaskan hingga jatuh kelantai secepat kilat nia bergegas ke kamarnya, dia masuk dan tak melihat siapa-siapa didalamnya. Hanya handuk dan pakaian ganti tercecer dilantai. Dia sudah tidak ada dikamarnya. Nia jatuh tersungkur. Mulutnya menganga seolah tidak mempercayai apa yg dialaminya. dia histeris menangis menyebut nama yanto.
ayahnya pulang dan terkejut seketika mendengar nia menjerit histeris. Ditemukannya nia sudah tak sadarkan diri.

*setelah nia siuman dan hatinya dapat ditenangkan oleh keluarganya, mereka berangkat menjenguk jasad yanto. Ibunda yanto hampir tak bisa mengendalikan diri setelah melihat jasad yanto,kemudian pingsan. Yang lebih bersedih adalah nia yang ditinggalkan sang kekasih dan cinta sejatinya dan tak dapat lukiskan betapa berdukanya ia. Dia masih mengenang dan ingat dengan apa yang ia alami semalam. Roh dari yanto datang untuk terakhir kalinya. Untuk melihat dan mengatakan kata cinta kepada nia sang kekasih hatinya.

Kamis, 01 September 2011

Suasana Lebaran (bag3/habis)

gue bangun pagi disaat iler gue masih basah didagu. Liat jam ternyata jam 6 lebih dikit, perasaan gue tenang aja karna sang surya pun belum menampakkan sinarnya. Gue mandi, ganti baju koko, sarapan trus...Jam 6:30 gue pergi ke masjid tuk tunaikan sholat ied.




sampe gerbang gue terperanjat kaget, gue ngga nyangka jam segini tuh udah telat banget, mesjid udah penuh oleh jamaah + sendal-sendalnya. bahkan banyak orang yang ngga kebagian tempat duduk cuma nangkring ditempat parkiran motor. Dari sini gue dapet rumus:
Sholat Ied
( jam 06:30 am + masjid penuh + banyak sendal = ngga kebagian tempat duduk )




tapi berlanjut kawan, gue ngga sendiri berdiri diparkiran, hingga saat sholat ied dilakukan gue tetap sholat ditempat parkiran *mau dimana lagi, tempat yang kosong cuma di toilet*




setelah selesai sholat, dilanjutkan dengan ceramah khutbah. Lalu, rasa harupun tiba setelah imam membaca shalawat, itu tanda kami berdiri saling bersalaman, memaafkan satu sama lain. Yang muda mencium tangan kepada yang tua, sambil membuat barisan melingkar kaya orang ngantri kupon, disaat bersamaan kami sempat bercanda, 'awas dompet..awas dompet' *takut ada copet* secara orang pake sarung engga bakalan ada yang bawa dopet.



rasa haru terlihat sama orang-orang yang ikhlas, mereka memaafkan kesalahan yang menyakiti hatinya. Begitupun sebaliknya, yang merasa punya banyak salah hari itu tidak takut tidak dimaafkan, contoh..gue sendiri.




sampe rumah kpd orang tua gue sungkem, adek gue, kakak gue, paman-bibi gue, ponakan gue sama-sama saling memaafkan. Betapa mulianya hari itu, wahai sodara-sodara sekalian.
End

Rabu, 31 Agustus 2011

Suasana Lebaran (bag.2)

Keringat dingin mengucur deras, pandangan gue kabur, penglihatan terbatas, tubuh gue lemas, kaki gue gemeter dan satu- satunya yang gue pikirin adalah gue pengen boker.


*masuk ke WC*
*SENSOR*
*20 menit kemudian*
lepas... Aneh...yah kenapa setelah 'sit in closed' pikiran sama badan gue ringan bgt, seperti beban sampah dilambung udah dibuang gitu. Kemudian gue masuk kamar, ngechez hp, ganti baju terus berangkat bawa zakat. Saat dijalan menuju rumah yang mau gue santunin, ada kejadian yg bikin gue bt abiz. Ceritanya begini...(sound effect)*jeengjeeng*ayam..ayam

#LatahAlaRuben

takbiran belum lengkap tanpa suara gendang*ehh..suara bedug. Itu-tuh alat musik yang sering dipake ngeband. Fungsinya sebagai pengawal adzan .Bedug mesjid disini bentuknya silinder dengan bagian depan lebih besar daripada belakang. Bagian depan Luas diameternya kira-kira 2 jengkal tangan orang dewasa serta panjangnya 2 langkah kaki adek gue, dan bagian belakang cuma 1 jengkal tangan gue. Bahan bedug terbuat dari kayu yang gue ngga tau namanya tapi alasnya dari kulit sapi segar pilihan. Berat bedug kira-kira ngga jauh beda sama berat badan Ade namnung.



Namanya malem takbiran bukan hanya tabuh bedug doang yg bikin rame tapi juga lebih istimewa berkat adanya kembang api dan petasan. Ini dia yang bikin gue bt abiz.*apa gunanya tuh dari tadi ngebahas tentang bedug*


kembang api mengandalkan cahaya berwarna warni ngga terlalu berbahaya, ponakan gue yg berumur 4 thn maenin ini. petasanlah yg bnyk menarik perhatian orang. enggak hanya mengandalkan bunyi ledakan dan cahaya tapi juga percikan api, Biasanya terdapat pada petasan roket.

Seperti saat malam tahun baru, langit malam inipun dihiasi dengan warna dari petasan. Dari tiap sudut kegelapan malam Mereka berpesta, menyalakan petasan dgn warna yg begitu terang, suaranya YG MENGGELEGAR saling sahut-sahutan BLDARR.. DURR..DARRR...CeSSSHH...*suara yg terakhir dari kentut gue*. Yang namanya petasan terbangnya ngga hanya lurus keatas meletus diangkasa, tp juga ada yg terbangnya plin-plan macem orang mabok sempoyongan. Namanya petasan kupu-kupu.

saat gue jalan kaki asyik, gue sich seneng aja didepan gue liat segerombolan bocah maenin petasan. yang gue pikir, kecebong anyut gak bakalan maenin petasan yang bahaya. Yang gue ngga pikir, tuh kecebong anyut pake petasan kupu-kupu. Die bakar, die lempar keatas, tapi terbang spin kearah gue dan meledak tepat diatas gue, untung Gue nunduk.

Gue cari kepala gue syukur masih ada. ngga ada yg terluka sich, tapi cukup ngagetin. Kalo aja gue jantungan berarti gue pohon pisang. gue cuma bisa ngedumel : Anjir...nih bocah ngga kira-kira lempar petasan ke orang lewat. Yg lebih ngeBT'in mereka malah ketawa ngakak guling-guling.

Apes..awas lo, kalau bukan malem takbir pasti udah gue cancang (*gantung) diatas tower telkom. Gue terusin jalan sambil lupain kejadian tadi, gue ikhlasin siapa tau gue dapet pahala karna ngga jadi nyancang tuh bocah diatas tower.

Waktu emang ngga kerasa, udah lewat tengah malem gue beranjak tidur,gue ngga mau kesiangan, biar besok bisa sholat ied. guepun tidur.

*zzzz..k..kr..rr..z..zz..*
(bersambung..)

Suasana Lebaranku (bag.1)

sore begini dihari selasa tgl 30 agustus, cahaya matahari masih nyengat pas dimuka gue, udaranya pun masih sama kaya kemaren, gue liat langit cerah banget gue prediksi ngga bakalan ada tanda-tanda bakal ada ujan. Tapi kenapa bayangan dikepala gue nanti malem bakalan banyak bgt bintang jatoh...*dari po'on* #ehh. Gue masih puasa karna ngambil lebaran hari rabu.

dijalan gue liat arus lalu lintas begitu padat, kebanyakan penghuninya kendaraan beroda dua. Mereka kebanyakan memegang rantang nasi dan kantong plastik berisi beras. gue bisa nebak kalau mereka nganterin barang2 itu tuk sanak family yg tinggal di desa tetangga.

yahh...memang ini hari beda bgt, hari yang sibuk buat mereka untuk nyambut malam takbiran. Gue cuma duduk manis nunggu beduk magrib dipinggir jalan disebuah warung milik buaji tempat nongkrong gue sama temen2 gue. *adzan maghrib, gue buka puasa* bergegas ke mesjid, tunaikan sholat berjamaah.

*malam takbiranpun tiba*
awal dikumandangkannya takbiran, selesai kami sholat maghrib berjama'ah. Dengan towa mesjid abahaji selaku imam, memproklamirkan takbir 'Allahu akbar, Allahu akbar Allahu akbar..Laillaha Illallah wallahu Akbar..Allahu Akbar walillahilhamd'kami jamaah bener2 syahdu saat pertama kali mendengarnya. Telinga mendengar, batin merasakan, sungguh indah kalimat yang berkumandang ini. *keren \(^_^)/*

*dirumah*
nyokap nyiapin beras buat gue zakat fitrah. Gue makan lontong sayur ekstra sambel. Adek gue sibuk nyari korek api buat bakar petasan. Tetangga nenek gue...entahlah gue gak mau ikut campur urusan orang, terakhir gue denger mereka sibuk nyariin sendal yang ketuker dimesjid.

'Perut kenyang, hatipun senang' itu motto si Ihsan temennya si ipin & upin. Tapi, kok badan gue kagak enak yahh. Keringat dingin mengucur deras, pandangan gue kabur, penglihatan terbatas, tubuh gue lemas, kaki gue gemeter dan satu-satunya yang gue pikirin adalah gue pengen boker. (bersambung..)

Senin, 29 Agustus 2011

Sebuah Photo Yang Menjadi Semangat Hidup(bag.3/habis)

Photo itu sangat berharga bagi gue karna tersimpan suatu kenangan yang mesra, kenangan saat dimana hati seorang pria polos hanya takluk pada seorang wanita.

Balik lagi kecerita dimana keadaan gue saat didalam kamar. Saat gue pandangi photo tersebut dalem-dalem, gue masih ke inget dia. entah perasaan darimana airmata gue menetes. Hati dan pikiran gue menyatu, terasa dingin sejuk menyelimuti tubuh gue.


yang ada dipikiran gue, kalau gue mati sekarang, gue engga akan pernah melihat, dan bertemu dengan dia lagi,
engga bisa ngucapin "hai, apa kabar,wen" atau "met ulang tahun, yahh..semoga panjang umur" disaat ulang tahunnya dan gue engga sempet ngucapin "smoga bahagia selamanya" di saat dia married nanti.

tapi hati gue ngebales ngomong 'elu mau seperti itu' mendingan elu minum deh, trus makan, semangat lagi, bangkit lagi, hidup lagi. Dan gue cuma bisa tarik napas panjang sambil memejamkan mata, kemudian ngebayangin dia yang ada disana. Gue buka mata dan sekali lagi pandangin photo itu dalem-dalem.

(sumpah gue masih meneteskan airmata) sekarang giliran mulut gue ambil bicara, guepun berkata "gue akan terus bertahan dan melanjutkan hidup ini, serta menunggu dan menunggu saat hari itu tiba. Saat dimana gue akan ketemu dengan loe lagi, secara langsung dihadapan gue. Gue pengen ngeliat elu tersenyum ceria didepan gue, dan gue bales senyuman juga.

karna bagi gue senyuman itu lebih berharga dan indah dari apapun. itulah harapan hidup gue, pengen ngeliat dia tersenyum sbg tanda kalau dia dahagia. Ngga peduli bagaimana keadaan gue, Asal loe bahagia walau dimanapun dengan siapapun.


setelah berkata semua itu, hati gue terasa tenang kembali, disamping gue masih ada makanan dan minuman buka puasa yg belum gue sentuh. Dan tanpa berpikir panjang gue abisin tanpa sisa sedikitpun. Abis kekenyangan guepun tertidur.
END .

Sebuah Photo Yang Menjadi Semangat Hidup (bag-2)

Benda yang menempel di dinding itu sebuah bingkai yang terdapat sebuah photo kenangan.

Photo itu adalah suatu kenangan manis saat gue masih bersama MANTAN KEKASIH gue. Yah..begitulah gue menyebutnya MANTAN KEKASIH karna dia pernah menjadi KEKASIH gue. Gue sebut aja dia'wen**'(tuk hormatin privasi dia sengaja nama disamarkan). Dia gadis yang cantik , murah senyum, baik hati dan tidak sombong. Saat itu dia satu-satunya orang yang ngerti gue, yg perhatian, dan yang peduli sama gue. Itulah yang ngebuat gue sayang banget sama dia. Dia begitu BERHARGAbagi gue *sesuatu banget*.

Kisah itu udah lama, waktu gue masih muda dan cupu (skrg jg msh cupu). Walaupun gitu gue tetep kangen sama dia. Bukan hanya sbg mantan, gue pernah bilang ke dia kalau dia udah gue anggep seperti saudara sendiri, yang ngajarin gue banyak hal. Kembali, Masih dalam perasaan depresi dikamar, Gue pandangi photo itu dalem banget karna gue berpikir untuk terakhir kali gue bisa memandangi dia walau lewat sebuah photo.

Bingkai berwarna merah berisi sebuah gambar photo gue dan sang MANTAN . Gue diposisi sebelah kanannya memakai suiter warna hijau dengan tangan kanan membentuk pistol kearah dia yang berada disamping kiri gue. Dia cantik banget dengan setelan warna putih berenda, rambutnya lurus diselipkan dibelakang kupingnya jatuh kepundaknya. Tangan kanannya merangkul belakang badan gue dan tangan kirinya dipinggul gue. Kami berdua tersenyum kearah kamera saat itu.


Tiap kali gue ngeliat photo itu, terbayang lagi saat-saat indah bersamanya. Photo itu adalah 1 dari 2 photo yang diambil di studio photo dikawasan warakas. Dengan background 'LOVE-LOVE 'biru-ungu berhiaskan kerlipan bintang kecil.

Gue inget betul sesaat sebelum shoot, kita ngga tau harus pose gimana kita ketawa bingung, dan malu karna distudio itu bukan cuma kita aja yang mau dishoot. Kita pun berpose sejadinya seperti gambaran diatas.


Photo itu sangat berharga bagi gue karna tersimpan suatu kenangan yang mesra, kenangan saat dimana hati seorang pria polos hanya takluk pada seorang wanita.
(bersambung...)

Sebuah Photo Yang Menjadi Semangat Hidup(bag-1)

Gue bangun tidur disore sebelum adzan maghrib berkumandang, hari ini gue masih puasa, dan nyokap masih sibuk menyiapkan santapan buka puasa. Emang ada benernya juga dilarang tidur disore hari katanya 'PAMALI' dan emang bener itu terjadi. Perasaan gue ngga enak seakan-akan perasaan sedih gue yang ada dihati keluar semua.


Gue menyendiri dikamar bahkan sampai waktu isya. Ngga tau napa gue seperti Kebawa perasaan orang yang mengalami depresi berat, bahkan sampe gue menangis berat, gue juga ngga ngerti kenapa pengen nangis gitu.



Asli gue jadi badmood, ngga pengen ngapa-ngapain cuma pengen nangis. Kaya orang mau bunuh diri gitu karna beban hidup. Dimeja kamar gue ada teh manis dan nasi lengkap dengan lauknya buat buka. Tapi gue ngga mau makan sampe lebaran dateng. Biar nanti lebaran gue udah kehabisan cairan tubuh, kemudian mati lemas

Gue akan terus didalam kamar karna bagi gue kamar adalah surga gue. Mata gue udah berkunang-kunang, seluruh badan gue lemes banget. Dalam pikiran gue, kalau aja emang bener malaikat maut bakal dateng saat ini, gue pengen mati dengan tersenyum. Gue udah pasrah gitu..


Pandangan mata gue udah kabur, tapi masih bisa ngeliat sinar lampu kamar gue, gue masih terbaring lemas dan gue belum buka puasa, padahal waktu udah adzan maghrib.

Mata gue ngeliat seluruh bagian kamar dan kemudian berhenti pada benda yang menempel di dinding. Bukan...bukan, benda itu bukan seekor cicak-cicak di dinding diam-diam merayap (ada seekor nyamuk hap.. lalu ditangkap) *ini nape jadi nyambung ke lagu yahh*


Benda yang menempel di dinding itu sebuah bingkai yang terdapat sebuah photo kenangan.
(bersambung...)